Inilah 2 Penyebab Rezeki Terhenti Tanpa Kita Sedari, Perkara Mudah Ramai Abaikan

0
1623

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatur rezeki setiap orang. Kadang kala apabila rezeki terhenti, bahkan tersangkut-sangkut oleh sebab-sebab yang memang menghalang rezeki.

Sehingga, seringkali orang merasa Allah tidak adil, sebab tidak menurunkan rezekinya. Padahal, hal itu terjadi kerana kesalahannya sendiri. Oleh itu, apa yang membuat rezeki terhenti?

REZEKI TERHENTI KERANA TIDAK MENDOAKAN IBU BAPA

Dalam artikel ini dijelaskan bahawa ternyata yang dapat membuat rezeki berhenti mengalir adalah ketika seorang anak tidak pernah mendoakan kedua orang tuanya. Biar betul?

Perkara ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab At-Tarikh dan Imam ad-Dailami dalam kitab Musnadul Firdaus yang berkata bahwa Rasulullah bersabda,“Jika seorang anak tidak pernah mendoakan kedua orang tuanya, niscaya rezekinya akan berhenti.”

Di sini tertulis jelas, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghentikan aliran rezeki kepada anak yang tidak mendoakan kedua orang tuanya.

Bakti anak kepada ayah dan ibu tidak hanya dengan memberikan kebahagiaan dalam bentuk material. Namun juga harapan yang sentiasa kita panjatkan dalam sebuah doa. Allah telah memerintahkan agar anak manusia berbakti kepada orang tuanya. Perkara ini dijelaskan dalam banyak ayat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil’,” (QS. Al-Israa’: 23-24).

Juga tertulis dalam firman-Nya di surat lain,
“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya,.” (QS. An-Nisaa’: 36).

Dari kedua ayat tersebut terlihat jelas bahawa bakti kepada orang tua berada di nombor dua setelah manusia diperintahkan berbakti kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Begitu besar jasa mereka sehingga Allah begitu marah ketika anak-anak dari orang tua tersebut tidak berbakti walaupun hanya dengan mendoakannya.

Tidak perlu waktu yang lama untuk mendoakan mereka. Kita anak-anaknya merupakan pelaburan akhirat bagi mereka. Orang tua layaknya kita, mereka juga menginginkan hal yang sama seperti harapan kita terhadap anak-anak kita nantinya. Dengan cara rezeki terhenti adakalanya baru lah kita teringat pada orang tua kita.

rezeki terhenti

WAJAH KUSAM BERKERUT PUNCA REZEKI TERSEKAT

PELOPOR Sufi, Abu Yazid Al Busthami pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya dilihat sentiasa berkerut.

Dengan murung lelaki itu mengadu, “Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya saya tidak pernah terlepas beribadah kepada Allah SWT. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?”

Sang Guru menjawab sederhana, “Perbaiki penampilanmu dan ubahlah riak wajahmu. Kau tahu, Rasulullah SAW adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tidak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah SAW, satu daripada tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya.” Lalu lelaki itu tertunduk.

Lelaki itu kemudian berjanji akan memperbaiki penampilannya. Mulai hari itu, wajahnya sentiasa berseri. Alhamdulillah dia tidak lagi datang untuk berkeluh kesah. Setiap kesedihan diterima dengan sabar tanpa mengeluh. Sikapnya menjadi semakin ramah, wajahnya sentiasa menguntum senyum.

Tidak hairanlah jika Imam Hasan Al-Basri berpendapat, awal keberhasilan sesuatu pekerjaan adalah dengan riak wajah yang ramah dan penuh senyum. Demikian juga dalam kehidupan berumahtangga. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan.

Dalam hati tenang, fikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya-Allah, apa pun permasalahannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang di dalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here