Inilah 11 Balasan Di Dunia Akibat Berbuat Maksiat

2
63

Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan setitik warna hitam. Jika dia bertaubat dan beristighfar maka hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, titik itu pun bertambah hingga menutupi hatinya.

Itulah karat yang disebut Allah dalam surah Al-Muthaffifiin ayat 14 yang mafhum-Nya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” Tahukah anda apa akibat yang menimpa diri jika melakukan maksiat?

Berikut 11 antara akibat berbuat maksiat :

akibat berbuat maksiat, dosa berbuat maksiat, balasan membuat maksiat, maksiat, taubat maksiat, bahaya buat maksiat, balasan didunia berbuat maksiat

1. Memadam cahaya ilmu pengetahuan

Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut. Ketika Imam Malik melihat kecerdasan dan daya hafal Imam Syafi’e yang luar biasa, beliau (Imam Malik) berkata, “Aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di dalam hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat”.

2. Menghalangi rezeki

Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan bererti menimbulkan kefakiran. Seorang itu dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.

3. Menimbulkan jarak dengan Allah

Diriwayatkan ada seorang lelaki yang mengeluh kepada seorang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang arif berpesan, “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah (perbuatan dosa itu). Dalam hati kita, tidak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa”.

BACA JUGA:  Inilah Azab Penghuni Neraka Hawiyah, Paling Dahsyat Seksaannya

4. Menjauhkan pelakunya dari orang lain

Terutama dari golongan yang baik. Semakin berat tekanannya, maka semakin jauh pula jaraknya hingga berbagai manfaat dari orang yang baik terhalangi. Kesunyian dan kegersangan ini semakin menguat hingga berpengaruh pada hubungan dengan keluarga, anak-anak dan hati nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku binatang (kenderaan) dan isteriku”.

5. Menyulitkan Urusan

Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi segala urusannya.

6. Menggelapkan hati

Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap-gulita. Ibnu Abbas radiallahu ‘anhuma berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk”.

7. Melemahkan hati dan badan

Kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat maka kuatlah badannya. Tetapi bagi pelaku maksiat, meskipun badannya kuat, sesungguhnya dia sangat lemah jika kekuatan itu sedang dia perlukan, hingga kekuatan pada dirinya sering menipu dirinya sendiri. Lihatlah bagaimana kekuatan fizikal dan hati kaum muslimin yang telah mengalahkan kekuatan fizik bangsa Persia dan Romawi.

8. Menghalangi Ketaatan

Orang yang melakukan dosa dan maksiat akan cenderung untuk memutuskan ketaatan. Seperti selayaknya orang yang satu kali makan tetapi mangalami sakit yang berpanjangan dan menghalanginya dari memakan makanan lain yang lebih baik.

BACA JUGA: Allah Timpakan Musibah Kerana 3 Perkara Ini – Luahan Datuk Prof Dr. Muhaya

9. Memendekkan umur dan menghapus keberkahan

Pada dasarnya umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Sementara itu tidak ada yang namanya hidup kecuali jika kehidupan itu dihabiskan dengan ketaatan, ibadah, cinta dan zikir kepada Allah s.w.t serta mementingkan keredhaan-Nya.

10. Menumbuhkan maksiat lain

Seorang ulama salaf berkata bahawa jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorong dia untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Dan jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan bagi si pelaku.

11. Mematikan bisikan hati nurani

Maksiat dapat melemahkan hati daripada berbuat kebaikan dan sebaliknya akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain. Maksiat juga dapat memutuskan keinginan seseorang untuk bertaubat.

Firman Allah s.w.t dalam al-Quran, surah Az-Zumar ayat 53 :

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here